3WelcomeToMyWorld Pictures, Images and Photos

Minggu, 21 Oktober 2012

Filsafat Pancasila (menurut Bung Karno)



          Pancasila merupakan dasar filsafat negara Republik Indonesia, kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسفة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harfiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”.
          Pada tanggal 19 September 1951 di Yogyakarta, senat Universita Gajah Mada oleh promotor Mr. Drs, Notonagoro memberikan gelar honoris causa dalam ilmu hukum terhadap PJM(Paduka Jang Mulia) Dr. Ir. Soekarno presiden Republik Indonesia pada saat itu karena telah menciptakan pancasila yang merupakan dasar filsafat negara Indonesia. Paduka Jang Mulia untuk pertama kalinya mengusulkan Pancasila sebagai dasar filsafat negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI(Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Untuk mensetir Dr. Radjiman Wedyodiningrat(ketua BPUPKI) lahirnya pancasila merupakan suatu beginsel(prinsip) yang jadi dasar negara kita. Paduka Jang Mulia sendiri menamakan "dasar-dasar", "Philosophische Grondslag"(dasar filosofis), "Weltanschauug", diatas mana didirikan Republik Indonesia, yang tersusun atas : 
  1. Kebangsaan Indonesia.
  2. Internasionalisme atau perikemanusiaan.
  3. Mufakat atau demokrasi.
  4. Kesejahteraan sosial.
  5. Ketuhanan yang berkeadaban, ketuhanan Yang Maha Esa.


ke - 5 tersebut di simbolkan sebagai berikut :


Dimana yang tergambar pada burung garuda
Burung garuda berwarna kuning emas mengepakkan sayapnya dengan gagah menoleh ke kanan. Dalam tubuhnya mengemas kelima dasar dari Pancasila.  Di tengah tameng yang bermakna benteng ketahanan filosofis, terbentang garis tebal yang bermakna garis khatulistiwa, yang merupakan lambang geografis lokasi Indonesia.  Kedua kakinya yang kokoh kekar mencengkeram kuat semboyan bangsa Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti “Berbeda-beda, Namun Tetap Satu“.
Secara tegas bangsa Indonesia telah memilih burung garuda sebagai lambang kebangsaannya yang besar, karena garuda adalah burung yang penuh percaya diri, energik dan dinamis.  Ia terbang menguasai angkasa dan memantau keadaan sendiri, tak suka bergantung pada yang lain.  Garuda yang merupakan lambang pemberani dalam mempertahankan wilayah, tetapi dia pun akan menghormati wilayah milik yang lain sekalipun wilayah itu milik burung yang lebih kecil.  Warna kuning emas melambangkan bangsa yang besar dan berjiwa priyagung sejati.
Burung garuda yang juga punya sifat sangat setia pada kewajiban sesuai dengan budaya bangsa yang dihayati secara turun temurun.  Burung garuda pun pantang mundur dan pantang menyerah.  Legenda semacam ini juga diabadikan sangat indah oleh nenek moyang bangsa Indonesia pada candi dan di berbagai prasasti sejak abad ke-15.
Keberhasilan bangsa Indonesia dalam meraih cita-citanya menjadi negara yang merdeka bersatu dan berdaulat pada tanggal 17 Agustus 1945, tertera lengkap dalam lambang garuda.  17 helai bulu pada sayapnya yang membentang gagah melambangkan tanggal 17 hari kemerdekaan Indonesia, 8 helai bulu pada ekornya melambangkan bulan Agustus, dan ke-45 helai bulu pada lehernya melambangkan tahun 1945 adalah tahun kemerdekaan Indonesia.  Semua itu memuat kemasan historis bangsa Indonesia sebagai titik puncak dari segala perjuangan bangsa Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaannya yang panjang.  Dengan demikian lambang burung garuda itu semakin gagah mengemas lengkap empat arti visual sekaligus, yaitu makna filosofis, geografis, sosiologis, dan historis.

          Pancasila bukannya suatu konsepsi politis, akan tetapi buah hasil perenungan jiwa yang dalam, buah hasil penyelidikan cipta yang teratur dan seksama diatas basis pengetahuan dan pengalaman yang luas yang tidak begitu saja dapat dicapai oleh saban orang. Asas-asas yang tercantum dalam pancasila yang menjadi cita-cita negara Indonesia; perwujudan dari asas perikemanusiaan adalah hak kemerdekaan perikeadilan, mencerdaskan kehidupan bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial: perwujudan dari asas kebangsaan berupa kesatuan bangsa  dan seluruh tumpah darah serta kedaulatan; asas kerakyatan diwujudkan dalam kedaulatan rakyat, dan asas keadilan sosial disifatkan sebagai kesejahteraan umum. Pancasila menjelaskan serta menegaskan corak - warna/watak rakyat kita sebagai bangsa-bangsa yang beradab, bangsa yang berkebudayaan, bansa yang menginspirasi keluhuran dan kehalusan hidup manusia, serta sanggup menyesuaikan hidup kebangsaannya dengan dasar perikemanusiaan yang universal meliputi seluruh alam kemanusiaan yang seluas-luasnya. Salah satu kutipan yang di ucapkan Bung Karno ialah "cobalah menghubungkan ilmu dengan amal, pengetahuan ialah perbuatan, dan perbuatan dipimpin oleh pengetahuan. Ilmu dan amal harus saling wahyu - mewahyui".

Sumber                        :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar