3WelcomeToMyWorld Pictures, Images and Photos

Jumat, 23 Maret 2012

SEJARAH PERGERAKKAN PEMUDA


Mungkin tidak ada bangsa di dunia ini yang memiliki apresiasisangat besar kepada kaum mudanya melebihi Indonesia. Secara kultural, dalam kehidupan tradisional di berbagai suku di Indonesia, kaum muda di posisikan bukan sekedar sebagai calon generasi yang akan datang. Tetapi juga menjadi sumber utama kekuatan komunal. Terlebih lagi dalam sejarah Indonesia modern yang berkali – kali telah “di selamatkan” oleh kaum muda pada periode – periode yang paling kritis saat tidak ada lagi kekuatan yang bisa di harapkan. Seperti :  era 1920 – an dengan Soempah Pemoeda yg berisi kan  “ Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia “. Pemuda radikal yang mempercepat proklamasi dengan menculik Soekarno – Hatta, angkatan 66 dan angkatan 98 bisa di katakan bahwa pemudamerupakan sumber laten tenaga pendobrak bangsa. Meski demikian, terdapat pula gejala bahwa partisipasi aktif kaum muda ini hanya muncul sesaat dan sporadis.

Ketika situasi sosial kebangsaan jatuh pada titik sangat kritis, kaum muda muncul dengan heroismenya yang memukau, lalu pergi entah kemana saat situasi kembali pulih. Belajar dari semua itu, serta dengan mempertimbangkan kekuatan laten pemuda yang tersiakan saat situasi tenang, muncullah sebentuk keinginan untuk merombak (mentransformasikan) kekuatan laten tersebut menjadi riil yang permanen, berkelanjutan, proaktif dan dinamis. Tegasnya, kaum muda Indonesia, harus bisa menjadi tenaga pendorong yang nyata, bukan hanya saat bangsa ini mengalami krisis, tetapi juga pada saat situasi sosial kebangsaan telah pulih. Untuk itu ternyata banyak hal yang harus di pelajari ulang oleh kaum muda. Berkiprah dalam situasi yang tenang, bukan hanya sekedar membutuhkan semangat, kenekatan dan heroisme sebagaimana pada periode kritis.

Pada situasi tenang ini juga membutuhkan kekuatan watak, konsistensi, keuletan, kejujuran, intelektualitas, keterampilan, dan lain – lain. Ke semua hal itu sebenarnya telah di gagaskan oleh para pendahulu, founding father’s, sejak puluhan tahun silam melalui proyek yang sering di namakan nation and character building, namun dalam perkembangannya hanya berhenti menjadi slogan, terkubur oleh rezim – rezim. Serta, nation and character building tersebut juga semakin terkubur karena sifat pemuda yang kini telah terpengaruhi sebuah ke-hedonisme-an, kekuatan laten pemuda yang dahulu begitu heroisme juga sekarang telah luntur dengan ke-aphatis-an pemuda dan lunturnya rasa nasionalisme di lubuk kekuatan para pemuda saat ini,  Tugas kaum mudalah untuk menggali kembali ke proyek tersebut, mengembangkannya menjadi kekuatan progresif dan bersifat kekinian, tentunya dangan menyesuaikannya dengan situasi saat ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar